Khamis, Mei 15, 2008

PRA- SYARAT KEMENANGAN

PRA- SYARAT KEMENANGAN ISLAM

( SUATU RENUNGAN BUAT YANG MENGAKU PEJUANG ISLAM )

Malam itu, ia berdiri berceramah. Bicaranya berapi-api tentang mimpinya selama ini, yaqni tegaknya syariat agama di bumi Malaysia ini. Ia begitu bersemangat menguraikan cita-cita untuk menyaksikan syariat Allah memimpin peradaban di seluruh alam semesta. Dia menghentam pihak-pihak yang menolak sistem islam, mendedahkan kemungkaran pemimpin-pemimpin yang disifatkan bersifat fasik dan munafik kerana menjadi penganjur kemungkaran. Dia bertanya kepada hadirin :

Mengapa umat Islam mengalami kemunduran ?

Mengapa mereka mengikuti konsep hidup umat lain ?

Mengapa mereka merendahkan nilai agama mereka sendiri ?

Mengapa mereka menjadikan musuh-musuh Islam sebagai pemimpin ?

Mengapa …….? Mengapa ……………? Mengapa…………?

Puluhan pertanyaan semisal terlontar dalam ceramahnya dengan sangat memukau. Ia melemparkan “beban berat” itu di atas pundak para hadirin yang mengikuti ceramahnya. Lalu ia memaparkan pandangannya dengan panjang lebar, bak memberi dogma. Kemudian setelah mengemukakan solusi dan kesimpulan, ia mengakhiri ceramahnya.

Selang sehari setelah itu, saya mencari sang penceramah itu di antara saf-saf jemaah solat subuh. Heran, saya tidak melihatnya. Saya bergumam dalam hati, “Mungkin penceramah itu berhalangan atau ada urusan mendadak.” Saya pun beranjak pulang.

Hari berikutnya, di waktu yang sama, saya mencuba mencarinya kembali di antara deretan-deretan saf-saf jemaah Solat Subuh, dengan harapan bisa menemukannya di sana. Namun, saya kembali kecewa. Lagi-lagi saya tidak menemukannya di antara saf-saf jemaah Solat Subuh. Saya mulai khuatir, aduhai apa yang terjadi padanya. Ingin rasanya saya mengetahui khabarnya. Saya khuatir, jangan-jangan ia ditimpa musibah.

Saya putuskan untuk mencari tahu di mana penceramah itu. Hingga pada suatu kesempatan dapat bertemu dengannya. Lalu saya bertanya: “Apa yang terjadi? Mudah-mudahan yang menjadi penghalang anda adalah sesuatu yang baik. Saya kehilangan anda di waktu Solat Subuh.

Dengan ringan ia menjawab tanpa rasa malu :

“ Maafkan saya. Semoga Allah mengampuni saya dan mengampuni anda. Keadaan saya sangat sulit. Pagi-pagi saya sudah mulai kerja, sementara saya tidur agak terlambat. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Saya terdiam dan bingung mendengar jawapannya. Benar-benar saya bingung. Saya bertanya dalam hati, “Bagaimana mungkin agama Allah akan tegak berdiri di atas muka bumi ini di tangan orang-orang yang melalaikan kewajibannya kepada Allah?”

Hati saya bergelojak, jiwa terasa sempit, dan tenggorokan terasa tersumbat. Saya ingin melakukan sesuatu; apa saja. Akhirnya saya menulis, dan hasilnya adalah tulisan dalam buku ini.

Saya memohon kepada Allah untuk memberikan petunjukNya pada saya, juga kepadanya dan bagi seluruh umat Islam. Saya juga memohon kepadaNya kejayaan dan kekokohan agama ini. Sungguh, Dia Maha Kuasa atas yang demikian.

Dr.Raghib As-Sirjani ( Buku Misteri Solat Subuh )

Labels: Tarbiyah diri

REFER : http://www.keampunanallah.blogspot.com/

Tiada ulasan: